Januari 25, 2022

Behind The Scene Kopi Sigarda

Sigarda Indonesia – Liputan

Sekretariat Sigarda Indonesia, Jalan Menoreh 1 nomor 39 Semarang mulai kelihatan sibuk pada 29 Desember 2021. Beberapa Sigarda Muda mulai berdatangan sejak pukul 17.30. Irgi, Biyah, dan Dewi mulai sibuk dengan perangkat-perangkat lunaknya. Streaming Kopi Sigarda akan ditayangkan mulai pukul 19.00 WIB. Kanal Obrolan Pengetahuan dan Informasi (KOPI) Sigarda kali ini akan membahas tentang Bongpay Semarang. Menghadirkan dua pemerhati tinggalan makam kuno, Pippo Agosto dan Bram Luska. Acara ini menggunakan konsep hybrid antara online dan offline.

Sambil lesehan, ditemani kopi dan beberapa makanan ringan, beberapa peserta mulai masuk ke ruang zoom Sigarda. Obrolan dimulai dengan Bram Luska yang menceritakan tentang temuan dan persebaran beberapa Bongpay di Semarang. Sangat menarik, apa yang dianggap orang tidak ada gunanya lagi, namun bagi Luska bisa digunakan untuk rekonstruksi pemukiman dan tata ruang Semarang tempu dulu. Dipadukan dengan arsip-arsip kuno, courtesy Museum Leiden, rekonstruksi kehidupan Tionghoa di Semarang sedikit banyak bisa tergambarkan. Obrolan semakin lengkap ketika Pippo Agosto menjelaskan beberapa isi inskripsi dalam Bongpay yang berhasil dibacanya. Sangat mengejutkan, bahwa temuan berasal dari abad 17-20 M, dalam ragam varian bentuk dan ukuran. Pemahaman tentang isi inskripsi Bongpay sangat berguna untuk rekonstruksi kebaradaan Tionghoa sebagai entis pendatang di Indonesia. Diaspora para perantau, setidaknya bisa dideteksi dari keberadaan makam-makam mereka, di berbagai belahan dunia, terutama di kota Semarang. Kajian terhadap perkembangan Bongpay secara arkeologis dan historis masih perlu dilakukan. Agosto dan Luska, setidaknya telah memulai langkah menggali “masa lalu” etnis Tionghoa dalam dinamika masyarakat multikultural di Semarang ini.

Acara berjalan semakin hangat, obrolan berkembang semakin tajam dan mendalam. Sharing beberapa pelaku dan pemerhati budaya Tionghoa semakin melengkapi paparan dua pemerhati Bongpay tersebut. Acara berakhir pukul 21.30 WIB. Pemandu acara, Etik Mahareni, menutup acara dengan tetap membuka ruang-ruang obrolan dalam waktu dan kesempatan yang tak terbatas. Se “sruput” kopi mengiringi malam ini…